Cryptocurrency Anjlok Parah Untuk Kedua Kalinya Di Tahun 2022, Ini Penyebabnya

 

Cryptocurrency Anjlok Parah Untuk Kedua Kalinya Di Tahun 2022, Ini Penyebabnya.

Pada awal tahun 2022 cryptocurrency mengalami penurunan yang cukup drastis dari harga sebelumnya, pada penurunan tersebut para trader dan holder crypto meyakini hal tersebut karena hari libur panjang yang belum selesai bagi kalangan para investor yang menaruh sebagian uangnya di asset cryptocurrency seperti bitcoin.

Pada tanggal 20/01/2022 bitcoin, ethereum, ltc dkk mengalami penurunan yang lebih parah lagi di banding dengan penurunan pada saat awal tahun 2022, Semakin parah dan mungkin akan lebih parah lagi atau akan sebaliknya.

Menurut seorang pengamat crypto yang berasal dari US mengatakan, mungkin akan jatuh di bawah 500JT rupiah karena munculnya sebuah gelembung crypto pada asset cryptocurrency. 

Baca Juga: Berita MEKANIK PINGGIR JALAN.

"Pemasaran asset cryptocurrency mengingatkan kita terhadap 

pialang saham yang mengalami kehancuran aktivitasnya pada tahun 1929" Kata Mr. Paul jackson seorang kepala alokasi asset perusahaan investasi amerika serikat. 

Di katakan juga bahwa jatuhnya harga bitcoin di bawah harga 500JT tidak lah terlalu berlebihan, karena mengingat sudah berapa banyak peningkatan harga bitcoin yang sudah di terobos dalam jangka satu tahun terakhir, tepat nya pada tahun 2021.

Ia juga mengatakan bahwa hal ini sangat di butuhkan, karena penggunaan bitcoin dalam hal investasi harus nya memiliki nilai naik dan turun, agar penggunaan nya lebih efisien pada nilai tukar serta sebagai investasi jangka panjang.

Di sebutkannya pula bahwa hal itu akan terjadi hanya dalam 30% saja, Karena mengingat penggunaan cryptocurenccy pada nilai tukar secara online kian di minati oleh semua kalangan di dunia, Mulai dari melakukan pembelian barang, alat tukar asset lain serta sebagai investasi jangka panjang yang di lakukan oleh para holders di seluruh penjuru dunia.

Saat ini kerugian yang akan di rasakan para pemegang saham crypto akan tersentuh maksimal di angka 35-45% dan setelah itu cepat atau lambat nilai tukar akan mengalami kenaikan yang sangat signifikat karena penggunanya akan melakukan investasi baru selain nilai investasi yang sudah lama di miliki.

Artikel ini memiliki nilai refrensi dari berbagai media berita yang sudah anda ketahui.

BACA SELENGKAPNYA!