Perkataan Seorang Pengamat Politik Benar Adanya, Indonesia Tidak Memiliki Uang!!

 


Akhir-akhir ini mungkin bahkan sampai saat ini sedang viral tentang pernyataan dari mentri keuangan Sri Mulyani yang mengatakan negara kita akan menambah jumlah hutang di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan negara serta sebagai pegangan jika wabah penyakit bertambah parah atau mungkin untuk membantu mereka yang sedang kesusahan untuk mencari nafkah hanya karena sebuah wabah penyakit yang sedang TOP GLOBAL.

Hal ini mengingat kan saya akan pernyataan dari seorang pengamat politik yang dimana saat itu sedang live di acara televisi yang berjudul MATA NAJWA. Di acara tersebut di hadiri dari beberapa pejabat negara, kader dari beberapa partai serta pengamat politik, Pembicaraan di acara tersebut sangat membuka fikiran akan keadaan politik serta kinerja para pembantu presiden yang bertepatan tema yang di ambil juga bersangkutan dengan marah nya presiden indonesia IR.H. Joko Widodo terhadap para mentri nya yang tidak memiliki kinerja yang memuaskan.

Pada saat itu jokowi mengatakan bahwa kinerja yang di hasil kan para pembantunya tidak ada yang berbuah manis, Hal hasil jokowi pun meluap kan amarah nya secara spontan kepada semua mentri dan juga yang bersangkutan terhadap kinerja yang di berikan.

Di dalam pembicaraan acara televisi tersebut si pengamat politik mengatakan beberapa penyebab timbul nya amarah jokowi terhadap pembantunya, Salah satu nya yang di sebut adalah Timbul nya amarah presiden indonesia di karena kan negara kita tidak memiliki uang. Karena sebab itu kinerja para mentri pun menjadi terhambat dan tidak berbuah manis.

Dari pernyatana tersebut fakta nya sekarang terlihat jelas dengan ada nya pernyataan dari mentri keuangan Ibu Sri Mulyani yang mengatakan akan menambah jumlah hutang negara terhadap luar negeri serta juga mengeluarkan sedikit instrumen penenang yang berisi " Kita akan dapat melunasi semua hutang-utang negara kita jika kita taat dalam melakukan pembayaran pajak" Kira-kira seperti itu lah arti isi dari pesan seorang mentri keuangan kita.

Dari pernyataan tersebut banyak masyarakat memberikan dukungan, Kritikan serta penolakan yang berbeda-beda, Ada yang mengatakan 

"Siapa yang berhutang dan siapa yang membayar"

"Pejabat Bergaji besar serta mendapat kan tunjangn berlipat ganda, Kenapa tidak di pangkas saja?"

"Demi negara indonesia maju, Menambah hutang demi kepentingan yang positif kami mendukung sepenuh hati"

"Kerja Tros, Kerja. Eh.. Malah tambah hutang"

"Emang di fikir dia selama ini masyarakat tidak bayar pajak?"

"Timpas Semua koruptor, Hukum mati, Agar hutang yang bertambah mengalir dengan jelas dan tepat sasaran"

"Ratusan Triliun sekali pun hutang negara bertambah kami mendukung sepenuh nya asalkan koruptor di hukum mati dan harta nya di ambil sebagai asset negara"

Masih ada banyak lagi dukungan, Kritikan serta penolakna dari masyarakat tentang penambahaan hutang negara terhadap luar negeri ini, Akan tetapi saat ini kami belum mendapat kan kabar seberapa banyak hutang yang akan bertambah serta menjadi tanggung jawab seluruh rakyat indonesia.

Jika dari pandangan saya dan dari pemikiran dangkal saya, Tidak masalah jika ingin menambah hutang negara asal kan dana yang di miliki nanti memiliki target yang akurat serta tidak ada penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apakah pemerintah dapat memastikan jika satu rupiah pun dana tersebut tidak lari dari jalur yang semesti nya ia jalani?

Maka dari itu, Sebagai rakyat indonesia yang terbilang patuh akan peraturan serta pembayar pajak, Saya memohon, untuk mengawal seluruh keuangan di indonesia memiliki hukum yang tepat serta memberi sepak terjang yang akurat, Seperti hukuman Mati. Jika hukum ini berlaku di indonesia maka dapat kita pastikan 95% para penerima jabatan yang bertanggung jawab tidak akan berani menyelewengkan dana yang ia pegang meski seribu rupiah pun, Karena dana yang mereka pegang memiliki pengawal yang dapat mencabut nyawa mereka serta menghancurkan kehiduapan orang-orang yang di tinggal kan.

Maka 5% adalah mereka yang sudah tidak memiliki rasa malu, moral, Akhlak, Iman keagamaan, Prikemanusiaan dan juga sudah bosan hidup serta tidak peduli terhadap mereka yang di tinggal kan.

Mari berikan suara tentang hukuman mati bagi para koruptor, kawal negara kita seperti para pahlawan di jaman dulu yang selalu setia mengawal negara ini hingga merdeka dari tangan para penjajah, Kini saat ini waktu bagi kita untuk mengawal negara kita agar merdeka dari tangan para koruptor.