Terbongkar !!! Titik Letak Surga Yang Sebenarnya

 


Selama ini banyak sejarah dan kisah-kisah agama menceritakan bahwa kisah adam dan hawa termasuk surga yang sering kita sebut sebagai taman eden tempat adam dan hawa dulu nya tinggal, dulunya yang berlokasi di timur tengah. demikian juga dengan peradaban maju pertama di dunia ini disebut-sebut berasal dari timur tengah. Sejarah mencatat peradaban maju pertama dibuka bumi adalah berasal dari daratan mesopotamia yang berlokasi di lembah sungai eufrat dan tigris yang menghasilkan peradaban sumeria, Assyria dan Babilonia Disusul kemudian muncul peradaban maju lain di tepi sungai Nil yang membentuk peradapan mesir kuno.

Apakah sebelum peradaban mesopotamia dan mesir kuno sebelumnya tidak ada peradaban lain??

Catatan sejarah yang diajarkan kepada kita saat bangku sekolah mencatat tidak ada, mesopotamia dan mesir kuno adalah peradaban pertama manusia yang berhasil dibangun menjadi peradaban maju, sebelumnya hanya ada sejarah manusia purba yang terus berevolusi dari waktu ke waktu. makan nya tidak heran jika selama bertahun-tahun kita di cekokin dengan ungkapan bahwa tanah perjanjian itu ada di timur tengah.

Tadi, bagaimana jika sebenarnya peradaban maju pertama itu bukan lah dari dunia arab atau timur tengah sana?

Bagaimana jika sebelumnya memang sudah ada peradaban maju yang dibuat manusia berteknologi tinggi yang menggabungkan beragam disiplin ilmu dalam kehidupan mereka, mulai dari sains, Teknologi hingga Spiritual?

Bagaimana jika sebenarnya surga yang banyak diceritakan oleh agama-agama abrahamik itu ternyata bukanlah dunia yang gaib, melainkan nyata dan pernah ada di bumi?

Sudah siapkah kita menerima kenyataan bahwa paradigma kita terhadap definisi surga dan tanah yang dijanjikan tuhan itu ternyata salah?

Sudah siapkah kita menerima kenyataan bahwa surga bukanlah berlokasi di jazirah arab melainkan di nusantara?

Sudah siap kah kita menerima Kenyataan bahwa orang jawa adalah cucu adam generasi awal dari garis keturunan Seth atau sang hyang esis yang sering diceritakan dalam kisah-kisah pewayangan jawa?

Sudah siapkah kita menerima kenyataan bahwa nusantara adalah surga yang menghilang, tanah yang dijanjikan tuhan dan bangsa yang diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sejak ribuan tahun silam sudah?

Siapkah mata dan pikiranmu terbuka menerima fakta ini??

Stephen Oppenheimer, sorang ahli genetika dan struktur DNA manusia dari universitas oxford telah menemukan sebuah fakta yang mencengangkan, ketika meneliti DNA dari orang-orang yang tinggal di kawasan pesisir papua nugini. penemuan ini membawa ia pada penelitian-penelitian lebih lanjut dari beragam disiplin ilmu untuk menemukan fakta-fakta lain, yang lebih mencengangkan pada tahun 1979 Stephen Oppenheimer berkunjung ke Papua new Guinea untuk melakukan penelitian mengenai anemia karena kekurangan zat besi ada anak-anak.

Ia menemukan fakta bahwa 95% dari penduduk pantai utara memiliki talasemia Alfa, penyakit keturunan yang menyebabkan anemia dan anak-anak yang memiliki talasemia alfa ini semuanya merupakan anak cucu penduduk pendatang di papua nugini dari arah sundaland atau nusantara dan menuturkan bahasa yang termasuk dalam kategori rumpun bahasa Autronesia sejak zaman nenek moyang nya, ketika membicarakan temuan ini kepada salah satu sesepuh desa, si sesepuh desa ini mengatakan bahwa anak-anak yang menderita talasemia alfa itu tadi adalah anak-anak keturunan kulabob. Dari legenda kulabob dan manup yang merupakan nama lain dari qabil dan habil.

Sebuah kejadian mengejutkan juga dialami oleh stephen Oppenheimer ketika mendatangi Papua new guinea,  disana ia disambut oleh penduduk lokal dengan sebutan keturunan Qabil telah lama pergi

Bagi kalian yang beragama abrahamik yakni kristen atau islam tentu mengenal kisah qabil dan qabil dong, ini adalah kisah dua orang anak keturunan adam dan hawa yang berkelahi sehingga menewaskan salah satu diantaranya, dalam pertarungan itu habil tewas dan qabil mendapatkan hukuman diusir pergi dari tanah nya. Di negara-negara gugusan kepulauan pasifik mulai dari papua nugini hingga gugusan kepulauan polinesia dongeng qabil dan habil tetap dijaga hingga kini diantara suku-suku pedalaman mereka walaupun dengan penyebutan nama qabil dan habil yang berbeda-beda meskipun menyebut qabil dan habil dengan nama yang berbeda-beda namun semua cerita cinta tersebut memiliki inti dan benang merah yang sama. Intinya ada dua orang bersaudara yang sedang bertarung, entah bertarung memperebutkan pasangan yang cantik atau bertarung tentang persoalan-persoalan  persembahan kepada tuhan.

Salah satu dari dua bersaudara ini kemudian tewas dan saudara yang lainnya yang membunuh saudara yang satunya pergi meninggalkan tanahnya.

Di ceritakan pula bahwa dua bersaudara ini merupakan anak keturunan pertama dari manusia atau bapak dan ibu pertama di muka bumi dan mereka dulunya tinggal di surga, kisah dua bersaudara yang bertarung hingga salah satunya tewas ini pun menyebar hingga ke daratan mesopotamia dan mesir kuno kemudian menjadi cerita tersendiri di sana. Di mesir kuno dengan Qabil dan Habil merubah namanya menjadi dongeng seth yang berusaha membunuh Osairis karena perebutan cinta terhadap dewi isis yang merupakan istri dari seth yang cantik.

Namun isis diceritakan justru memiliki hubungan cinta dengan Osairis, cerita dua bersaudara ini tak hanya putus di kisah pertarungan dan kematian saja, Namun bersambung menjadi kisah banjir besar yang ada di mana-mana dikisahkan setelah habil tewas, qabil pun lari meninggalkan tanah tempat tinggalnya bersama adam dan hawa dulu, untuk mengganti putra mereka yang meninggal ada dan hawa kemudian memiliki putra lagi yang bernama seth, orang jawa menyebutnya sis atau sang hyang esis. Dari seth inilah lahir anak cucu generasi penerus adam yang melahirkan peradapan besar, sampai suatu ketika noah atau nuh lahir dari garis Seth.

Ketikan noah atau nuh lahir, berhadapan telah tumbuh berkembang menjadi bangsa yang sangatlah maju, sehingga beragam teknologi pun ada di zaman itu, Bahkan teknologi yang mereka gunakan banyak yang belum terpikirkan di zaman sekarang. Dulu sebelum banjir besar melanda bumi bumi masih berada di zaman es tinggal hampir semua lapisan daratan di muka bumi ini tertutupi oleh kecuali satu tempat di kawasan khatulistiwa yakni sudah lain atau nusantara karena berada di kawasan khatulistiwa, yakni Sundaland.

Karena berada di garis khatulistiwa yang teratur mendapatkan sinar matahari, sudahland menjadi tempat yang hangat tapi subur. Tempat ini nyaman untuk ditinggali manusia selain itu tanah yang subur dan memiliki beragam hewan melimpah sangat cocok sebagai tempat manusia membangun peradaban. Teknologi pertanian pelayaran, sihir, astronomi ilmu pengetahuan, transportasi antar planet teleportasi, telepati adalah hal yang menjadi makanan sehari-hari pada peradaban ini, peradaban inilah yang disebut orang-orang dalam dunia dongeng yang sebagai atlantis. Ketika noah telah tumbuh dewasa, Ia melihat peradaban nya semakin tumbuh tak menentu, peradaban atlantis yang semula penuh harmoni dan kebaikan kini berubah menjadi bablas dan merusak. Banyak sihir dan pemujaan terhadap dewa atau roh jahat dilakukan dengan tujuan untuk merusak hingga akhirnya timbul lah suatu ketika firasat bahwa tanah surga yang ia diami akan segera tenggelam karena itu noah atau nuh membangun kapal besar untuk menyelamatkan diri tepat ketika banjir besar itu terjadi, saat itulah zaman es di bumi juga ikut berakhir.

Suhu bumi menjadi semakin hangat Es di kutub utara dan selatan ikut mencair membanjiri apa saja yang ada hingga akhirnya banjar itu sampai ke daratan atlantis di tengah-tengah garis khatulistiwa. permukaan air laut pun naik 100 hingga 150 meter sehingga  menenggelamkan daratan rendah menjadi lautan, dinding-dinding es kutub utara dan dikutub selatan pun berjatuhan ke laut sehingga membuat kerang bumi bergetar dan menghasilkan gempa bumi yang disambut dengan tsunami yang membinasakankan, maka dalam sekejap tenggelam lah antlantis berikut daratan pesisir lainnya yang rendah.

Segala bukti peradaban dan ilmu pengetahuan yang berhasil dibangun oleh atlantis lenyap dan tenggelam ke dalam air, bangsa atlantis yang percaya kepada nuh mereka berhasil selamat menaiki baterai yang dibuat oleh nuh. bahtera nuh pun terombang-ambing di lautan selama beberapa waktu dan berhasil mencapai daratan mesopotamia untuk pertama kalinya, di sini peradaban dimulai kembali dari nol dengan sisa-sisa ilmu yang mereka bawa dari antlantis tak hanya mengungsi ke Mesopotamia, penduduk atlantis yang selamat pun ada yang mengungsi ke india, asia utara dan ke gugusan kepulauan di pacific.

Di kepulauan pasifik ini mereka masih menyimpan tradisi kuno atlantis dalam bentuk seni, budaya, hierarki suku atau peradaban dan ilmu ilmu sihir atau spiritual. Mereka juga tetap menyimpan dongeng penciptaan dan dongeng surga tempat dari mana mereka dulu berasal, makanya jangan heran jika melihat suku-suku di kepulauan pasifik penampilannya, bentuk tubuhnya dan warna kulitnya hampir sama dengan suku-suku di indonesia. Karena memang dulunya berasal dari tanah surga yang sama, budaya jawa sendiri merekam kisah surga dan adam hawa ini dalam dua bentuk, Yaitu

1. Melalui kisah pewayangan

Dalam kisah pewayangan jawa dikisahkan bahwa nenek moyang bangsa jawa adalah dari sang hyang esis yang merupakan seth anak dari keturunan adam dan hawa, sang hyang esis memiliki putra sayin anwas dan sayid Anwar. sayid anwar ini disebut dengan sang hyang nur cahya.

Ia memiliki putra bernama sang hyang nurasa, sang hyang nurasa memiliki putra bernama sang hyang wening, sang hyang wening memiliki putra bernama sanghyang tunggal, sanghyang tunggal memiliki putra yang bernama batara guru, batara guru kemudian memiliki lima anak yang bernama batara sambo, batara barama, Batara Mahadewa, batara wisnu dan dewi sri. Batara wisnu kemudian menjadi raja di pulau jawa yang bergelar prabu set disusul kemudian hari batara brama juga menjadi raja di pulau jawa.

Lama-kelamaan batara berama memiliki banyak keturunan atau anak cucu yang menjadi leluhur leluhur legendaris orang-orang jawa, mulai dari manu manasa sampai raden sesuruh yang namanya sering kita dengar dalam kisah-kisah kerajaan hindu budha di pulau jawa, kisah ini juga terekam jelas dalam babad tanah jawi jadi kalau kalian penasaran langsung cek dan baca sendiri aja makannya nggak heran kalau orang jawa mengklaim bahwa mereka adalah keturunan dari sang hyang esis atau sang putra adam langsung.

2. Melalui Jepercayaan Jawa Kuno Yakni Kapitayan atau Jawadipa

Dalam kepercayaan Jawa kuno di percayai bahwa bangun nusantara merupakan poros tiga dimensi yakni dimensi bawah yang merupakan dimensi iblis dan neraka, kemudian dimensi tengah yang merupakan dimensi fisik tempat kita hidup saat ini dan juga dimensi atas yang merupakan dimensi malaikat surga dan roh orang-orang suci. Karena terhimpit antara dimensi atas dan dimensi bahwa maka nusantara memiliki pemandangan yang indah dan sumber daya alam yang melimpah yang mana ini merupakan pengaruh dari dimensi atas, namun di satu sisi nusantara juga banyak mengalami bencana alam yang mana ini merupakan pengaruh dari dimensi bawah.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh stephen Oppenheimer pun, Ia berkesimpulan bahwa kisah adam dan hawa berikut dengan surga yang dulu pernah ada, semuanya berlokasi di asia tenggara tepatnya di sundaland. sudaland ini yang kini terpecah menjadi 10 negara di asia tenggara, Dulunya adalah satu kesatuan benua yang subur, indah dan sumber dari peradaban maju yang terdahulu. Inilah peradaban atlantis yang banyak dikisahkan dalam dongeng-dongeng, inilah taman eden yang banyak dikisahkan dalam dongeng dongeng penciptaan dan agama-agama abrahamik, inilah lokasi awal noah atau nuh tinggal ketika banjir besar terjadi dan menenggelam kan sundaland.

Banyak manusia yang selamat bermigrasi keluar dari sundaland sambil membawa serta ilmu-ilmu dan peralatan mereka, di tempat yang baru mereka mendirikan peradaban baru dan melahirkan peradaban peradaban maju pertama dalam sejarah sedangkan peradaban mereka sendiri yang asli sundaland sudah hilang tersapu air laut dan banjir bandang. inilah yang mendasari teori out of sundaland dan  stephen Oppenheimer sangat yakin bahwa nusantara adalah pusat peradaban maju dunia di masa lampau, maka tak heran jika sekarang spiritualis nusantara sangat yakin bahwa nusantara akan segera bangkit karena memang kita lah tanah surga itu bukan di tempat yang lain.