PPKM Di Perpanjang Masyarakat Merasa Di Kurung



Peraturan Pemerintah Saat ini yang berkaitan dengan virus selalu melakukan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, Mau itu bantuan tunai hingga membatasi pergerakan masyarakat itu sendiri. Seperti yang sudah kita ketahui saat ini pemerintah Indonesia memberlakukan PPKM sebagai peraturan pembatasan pergerakan masyarakat agar dapat memutus rantai penyebaran virus itu sendiri.

Meski begitu, Ada beberapa masyarakat yang tidak setuju dengan perpanjangan PPKM ini, Ini di sebab kan karena kebutuhan di rumah yang harus di penuhi terhambat karena ada nya PPKM ini.

Sebenar nya sih bagus kalo menurut ku di berlakukan PPKM ini atau pun di perpanjang sampai 16 Agustus nanti, Berarti kekuatan penyebaran virus itu sendiri melemah dan kalau pun menyebar ya hanya di sekitar itu saja dan pastinya akan langsung di tangani tim medis hingga tuntas, Akan tetapi ada beberapa hal yang gak bisa kita katakan bagus juga sih, Karena dapur setiap keluarga harus berasap kan demi kebutuhan sehari-hari, Ya, misalnya Paling tidak butuh logistik yang cukup seperti Beras serta lauk-pauk nya.

Kan kalo PPKM gak bisa bebas seperti tahun-tahun sebelum nya, Bagi memera yang bisa kerja dari rumah sih santai-santai aja, Seperti mereka yang bekerja Freelancer, Penggiat sosial media dan pekerja kantoran. Ini semua kan bisa di kerjakan dari rumah, Lantas kek mana pulak yakan sama abang-abang kita yang kerja sebagai Mekanik, Pedagang, Karyawan rumah makan dan lain nya, Pasti akan sangat sulit menerima PPKM Sebagai peraturan yang dapat di katakan sangat ampuh memutus rantai penyebaran virus.

Sebenar nya pun aku gak habis pikir sama peraturan ini, Jadi misal nya nih ya, Kita terima lah PPKM Sebagai peraturan yang memiliki manfaat bagi kesehatan negara kita, Bikin lah kita masih punya tabungan, Cukup untuk sebulan, Terus kalo dah habis tabungan ini mau makan apalagi kita??
Sedangkan di luar masih warning, Mau kerja cari nafkah pergerakan dan kebebasan cari kerjaan terbatas, pengusaha warung yang jual makanan dagangan gak laku karena tabungan warga lain habis, Kena imbas nya juga dong tukang kelontong.

Jadi kalo dari pengelihatan ku dalam masalah ini sih ada baik nya dan juga ada buruk nya, PPKM berfungsi sebagai pemutus rantai penyebaran virus dan berfungsi sebagai pemutus nafas masyarakat yang tidak bisa mencari nafkah dari rumah. Jadi semacam pembunuhan pelan-pelan secara halus yakan. Enak juga jika pemerintah mengambil data masyarakat yang ada di Indonesia ini terus di pilih gitu, Jadi yang menengah kebawah kasih bantuan berbentuk sembako lah, Seperti beras, Sayuran, Ikan, Gula, Garam, Minyak goreng, Tabung gas, dan lain nya Dan bagi yang menengah ke atas gak usah di kasih, Kalau pun di kasih bantuan sama pemerintah apa gak malu mereka menerimanya?? Turun harga diri mereka pastinya di mata masyarakat setempat.

Ku rasa jauh lebih efektif seperti ini dari pada memberi bantuan dalam Bentuk BLT ntah apalah itu ujung-ujung nya di korupsi sama orang yang tidak bertanggung jawab, Udah bantuan dikit, di korupsi pelak, Apa gak Gilak kali itu. Ngeri kali pun malahan, Udah bantuan Rp 300.000 Sebulan di korupsi pulak, Kan bodat.

Jadi, Ku harap tulisan ini bisa sebagai wakil dari banyak nya suara yang di teriakkan sodara-sodara ku yang terdampak masalah yang cukup serius ini.

Wahai Bapak Presiden RI, Wahai Para Mentri Yang berkaitan, Wahai Para Wakil Rakyat yang memakai jas serta dasi dengan rapi nya, Mohon di revisi peraturan ini, Kami juga butuh beras untuk di makan, Kami juga butuh susu untuk kelangsung hidup balita kami, Kami juga butuh udut untuk menghilangkan stres kami, Beri kami secercah harapan untuk hidup, Beri kami secercah harapan untuk menerima keadaan saat ini dan sampai kan logika yang dapat kami terima sebagai masyarakat. Kami juga tidak berniat untuk melawan perintah dari orang nomor 1 di Indonesia ini, Kami juga tidak memiliki niat untuk melanggar perintah yang sudah di tetap kan oleh pemerintah di Indonesia ini, Akan tetapi Kami juga tidak bisa menahan lapar perut kami yang harus di isi setiap hari, Kami juga tidak bisa dan tidak tega melihat balita kami menangis sepanjang waktu karena kehabisan susu, Mohon untuk koperatif.

Okelah, ini Cengkunek ku hari ini, Walau pun sebenar nya gak bisa kita terima bersama-sama akan tetapi ingat, Kita masih punya Tuhan sebagai pelindung kita, Semangat terus untuk semua kepala keluarga yang terkena PPKM, Jangan menyerah dan bertindak gegabah, mungkin kita bisa menganggap ini sebagai pengujian iman kita, Pengujian kesabaran kita.

Jika kamu punya cengkunek yang mau di sampai kan lewat website ini, Silahkan kirim ke email kami yang sudah kami sediakan di kolom contact, Terimakasih.