Keberadaan Kerajaan Majapahit Sebenarnya

 

Pada abad ke-13 masehi pernah berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar dan sangat kaya, kerajaan ini juga berhasil menyatukan seluruh yang layak indonesia dan disebut-sebut berhasil menjadi poros maritim, dia adalah majapahit. Sebagai negara bahari yang sukses tak terhitung bertanya, kayaknya majapahit dulu di di kenal.

Jika kalian pergi ke daerah trowulan mojokerto di sana kalian akan menemukan sebuah kolam nama kenegaraan kita, rakyat menuturkan bahwa kolam ini dulunya digunakan untuk menjamu tamu kerajaan, tamu tamu kerajaan yang singgah dan menikmati perjamuan bersama para raja dan pemangku jabatan di keraton. selesai makan piringnya tidak dicuci melainkan langsung dibuang di kolam tenggara, Karena sejatinya itu bukan dari beling atau gerabah melainkan dari emas, dimaksud agar tamu negara terpukau akan kerajaan majapahit tersebut.

Sekarang kerajaan ini sudah tidak ada, kita hanya bisa mengenal kerajaan ini dari nama dan beberapa peninggalan sejarah yang berhasil ditemukan bahkan keraton majapahit alias istana majapahit yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan pun tidak ditemukan di mana lokasinya sampai sekarang, yang di namakan candi yang berhasil ditemukan saat ini pun rata-rata terkubur beberapa meter, 10 meter di juga yang lebih nggak bisa sampai terkubur segitu dalam nya, jika candi-candi bekas peninggalan majapahit terkubur karena usianya yang sudah terlalu tua mengapa candi-candi lain yang usianya lebih tua seperti candi borobudur candi prambanan yang di mendut dan masih banyak lagi kenapa tidak ikut terkubur padahal candi-candi tersebut dibangun pada abad ke-9 masehi 4 abad sebelum kerajaan majapahit berdiri sekarang hilangnya kerajaan terbesar di nusantara yang namanya harum sampai ke benua afrika dan eropa masih menjadi misteri. kebanyakan penemuan candi dan bekas peninggalan kerajaan majapahit ditemukan dalam kondisi ya sudah terkubur sehingga diperlukan penggalian untuk mengangkat dan rekonstruksi nya

Informasi dan catatan sejarah untuk mengungkap majapahit seolah putus di tengah jalan, kerajaan yang berdiri setelah majapahit hancur dan hilang tak berpisah. Sebenarnya di zaman kesultanan mataram dulu upaya untuk menyusun catatan sejarah tentang leluhur jawa semenjak sama majapahit dan sebelumnya pernah dilakukan padahal mataram adalah kerajaan yang berdiri satu abad setelah majapahit hancur dan menghilang upaya pencatatan secara ini pun sulit dilakukan ketika upaya pencatatan secara adil mataram kesulitan mencari referensi kerajaan-kerajaan leluhur jawa terdahulu memberikan kita kepada para rakyat untuk mengumpulkan semua kitab dan catatan apapun yang membahas sejarah leluhur mereka tapi kitab-kitab dan catatan sejarah yang terkumpul mantap di kerajaan demak saja itupun yang ditemukan kebanyakan kita berbahasa arab kitab fiqih dan taj usah latin catatan sejarah yang membahas berdiri hampir tidak ada semua catatan sejarah dan kita semasa pendahulu kerajaan demak hampir tidak ditemukan kalaupun ada sedikit yang berhasil ditemukan keadaannya sudah mengenaskan ada yang rusak ada juga yang terbakar akhirnya dengan bahan seadanya disusun lembaga tanah jawa yang saat ini juga menjadi rujukan para sejarawan untuk menginvestigasi sejarah leluhur nusantara.

Hilangnya kerajaan majapahit menjadi misteri sampai sekarang akan kehancuran nya pun ada beberapa versi dan masih menjadi perdebatan hangat di kalangan sejarawan, arkeolog dan rakyat. kuat dugaan kerajaan majapahit hancur tak berpisah karena dihancurkan oleh sultan pemimpin kerajaan demak pertama kali oleh raden patah padahal raden patah ini adalah putra kandung raja terakhir majapahit yang sangat dimuliakan.

Lah mau tanya tapi mengapa putranya sendiri tega menghancurkan kerajaan ayahnya?

Satu literatur yang menceritakan kehancuran majapahit juga bisa ditemukan dalam darmo gandul sebuah karya sastra kuno yang berisi tembang dan kelancaran atau prosa yang menceritakan dengan detil setiap detik detik kehancuran majapahit di tangan putra kandung raja.

Masa putra mahkota tega menghancurkan kerajaan ayah nya??

Diketahui sebelum kerajaan majapahit hancur dan menghilang agama islam sudah masuk ke tanah jawa dan waktu itu islam pun sudah terpecah menjadi dua yakni radikal dan toleransi kalau radikal menginginkan berdirinya kekhalifahan muslim di tanah jawa sedangkan islam toleran berpandangan bahwa tak masalah hidup berdampingan dengan agama leluhur orang jawa yang dianut oleh majapahit.

dalam dirimu gandul bagaimana proses penganut islam radikal ini mempengaruhi raden fatah agar menghancurkan majapahit membunuh ayahnya yang bukan islam serta merebut tahta tanah jawa demi berdirinya negara islam yang berdaulat, agama syiah budaya diyakini menjadi agama para leluhur nusantara terutama di tanah jawa agama ini adalah sing kritis mo atau perpaduan antara agama hindu dengan agama buddha, di ajarannya adalah budi alias kesadaran diri isi hati manusia dalam agama ini diajarkan bahwa manusia hendaklah mencapai kesadaran diri sejatinya hingga ia bisa menyadari roh dalam dirinya yang merupakan persik kantong tuhan langsung diberikan oleh tuhan.

Diri tuhan yang ada dalam diri manusia atau diri sejati manusia juga memiliki beberapa sifat tuhan seperti sifat mengasihi, menyayangi, cerdas, bijaksana, kuat dan kasih atau berbelas kasih, manusia yang telah mencapai kesadaran diri sejati akan mengenali siapa tuhannya apa peranan dia di dunia dan bisa membedakan mana yang baik dan buruk secara bijaksana dan cerdas.

Agama siwa buddha sekarang masih bisa ditemui di nusantara, biasanya disebut sebagai agama hindu dan banyak dianut oleh masyarakat bali dan sebagian masyarakat lombok agama ini juga menjadi agama resmi orang-orang di zaman majapahit berikut para rajanya ketika raja majapahit terakhir bertahta diyakini prabu brawijaya memiliki beberapa putra dan seorang pemikir yang beragama islam. Di zaman prabu brawijaya kelima bertahta agama islam sudah masuk ke tanah jawa dan disebarkan oleh para ulama, ulama-ulama ini dipimpin oleh 9 wali utama yang disebut sebagai wali songo di ketuai oleh sunan ampel di daerah atau dental surabaya awal mula agama islam disebarkan khitanan jawa berlangsung toleran dan akur dengan agama siwa buddha yang menjadi agama resmi di kerajaan majapahit.

Prabu brawijaya kelima pun mengizinkan agama islam disebarkan di daerah kekuasaannya bahkan sang prabu tak segan-segan mengizinkan umat islam untuk menjadi pemimpin di wilayah-wilayah tertentu yang mayoritas nya adalah muslim seperti menjadi bupati atau adipati misalnya.

Putra prabu brawijaya kelima yang beragama islam pun di beri kemuliaan oleh ayahnya dengan diberi sebuah hutan di daerah pesisir utara jawa tengah yang bernama hutan bintara, hutan ini boleh dibuka untuk diubah menjadi pemukiman warga dan raden patah dijadikan bupati atau adipati di sana, di bawah kepemimpinan raden fatah hutan blantara bisa dirubah jadi kota yang maju dan ramai bernama demak. Raden Fatah ini adalah murid dari sunan Kalijaga untuk belajar islam raden patah pernah bermaksud untuk menggulingkan ayahnya karena ada di dalam ajaran islam tidak diperkenankan umat islam dipimpin oleh pemimpin yang kafir tetapi sunan ampel melarangnya, bagaimana pun juga prabu brawijaya kelima adalah bapak kandung nya dan seorang anak wajib berbakti kepada ayahnya lagi pula ia tahu brawijaya kelima tidak pernah melarang penyebaran agama islam, ini adalah bentuk toleran dari sang prabu terhadap sunan ampel.

Agama islam di katakan menjadi dua golongan yang radikal dan golongan toleran, orang-orang jawa menyebutnya golongan putih dan golongan-golongan putih merasa wajib untuk menegakkan kepemimpinan islam berbagai skill di tanah jawa mereka tidak mau dipimpin oleh pemimpin kafir dan mereka berpandangan orang jawa harus diselamatkan seluruhnya sedangkan jika hidup berdampingan dengan orang majapahit yang beragama siwa buddha mereka juga tak menuntut pemimpin tanah jawa wajib memeluk islam golongan dengan ini banyak diwakili oleh sunan sunan yang toleran salah satunya adalah sunan kalijaga, setelah sunan ampel meninggal muncul gerakan makar dari kabupaten di wilayah pesisir orang islam di mana di situ tercium gerakan untuk mendirikan kekhalifahan mandiri dari majapahit gerakan makar ini diketahui oleh prabu brawijaya kelima ia pun segera mengirimkan pasukan untuk menumpas gerakan makar ini.

Pemimpin gerakan ini kejang-kejang melarikan diri menggunakan kapal laut dan prabu segera mengirimkan surat kepada raden fatah di rumah untuk memberitahukan bahwa telah terjadi gerakan makar oleh golongan islam radikal dan raden patah diminta menghukum mereka melarikan diri ke demak, sang prabu curiga mereka bisa saja lari ke demak karena demak waktu itu menjadi kabupaten dengan basis islam yang kuat, sayangnya sebelum surat sampai ke demak para golongan radikal sudah lebih dulu sampai, ketemu dan mereka mengadu bahwa raja telah menyerang para ulama dan meminta raden fatah untuk mengguling kan majapahit dan membunuh ayahnya.

Raden Fatah pun bertanya mengapa para ulama diserang ?

jawabnya karena tercium oleh pihak keraton majapahit bahwa mereka sudah tiga tahun tidak membayar umpeti ke istana dan ingin mendirikan kekhalifahan islam sendiri. tentu saja ini adalah pelanggaran berat bagi negara, kabupaten yang tidak mau membayar umpeti apalagi akan melakukan makar tentu bakal di tumpas oleh ayahnya, menurut raden fatah yang dilakukan oleh ayahnya  sudah benar, tapi para ulama radikal ini tidak terima mereka terus mengasut raden fatah supaya mau menumpas kerajaan kafir tersebut bahkan raden patah di iming-imingin surga dan pahala berlimpah karena sudah menggulingkan kerajaan seorang kafir, mereka juga memastikan raden patah bahwa ialah insan yang berhak memimpin tanah jawa selanjutnya.

Ayahnya selain kafir yang halal untuk di bunuh tidak bisa dijadikan pemimpin lagi, terjadi disini penghasutan yang panjang sehingga raden patah akhirnya mau menyerang majapahit dan menggulingkan ayahnya ia kemudian mengumpulkan seluruh bupati yang beragama islam dan mengumpulkan diri sebagai rakyat baru di tanah jawa kerajaan yang dipimpin adalah kerajaan demak yang berbasis kan islami, kemudian juga menyuruh para bupati untuk menyumbangkan pasukan nya untuk menggulingkan rajanya yang kafir.

Disini ditentang oleh seorang ulama yang bernama syech siti jenar ia dengan tegas menolak rencana raden fatah untuk menyerang dan menghancurkan majapahit, syech Siti jenar saat itu mendapat tentangan keras dari para islam radikal, peristiwa itu pun terdengar oleh darmo gandul dan langsung melaporkan nya kepada Prabu yang dimana rencana raden patah yang lebih mempercayai ulama radikal daripada mempercayai ayahnya sendiri,  jadi ia menempuh jalan peperangan demi mendapatkan tahta tanah jawa padahal jika diminta baik-baik prabu juga pasti menyerahkan tahta nya pada raden fatah.

Kedatangan rombongan raden patah tak bisa dicegah lagi sedangkan sang prabu tidak mau berperang melawan anaknya sendiri akhirnya dia memerintahkan kurir untuk menyampaikan pesan kepada adipati pengging atau ponorogo atau bessara katong orang ini juga anak kandung dari prabu brawijaya yang masih loyal kepada majapahit, prabu meminta mereka untuk membantunya membendung pasukan raden patah di perbatasan tapi belum sempat kurir itu berangkat pasukan raden patah sudah sampai di istana majapahit.

Pasukan di majapahit saat itu hanya 3000 orang sedangkan pasukan raden fatah ada 30.000 orang, terjadilah perlawanan ya tidak setingkat peperangan berkobar dan pertahanan majapahit runtuh dan pasukan majapahit banyak yang terbunuh pati majapahit pun ikut tewas di medan perang, rakyat dikumpulkan dan dipaksa masuk islam jika tidak rumah mereka akan di bakar atau mereka dibunuh, semua buku dan kitab tentang majapahit dan agama siwa buddha digeledah dirampas dan dibakar termasuk yang disimpan di ruang khusus.

Suara pedang, teriakan dan tangisan bercampur aduk jadi satu rakyat yang ketakutan yang tidak mau masuk islam akhirnya berlarian mengungsi membawa barang  seadanya mayoritas mengungsi ke gunung salah satunya gunung bromo mereka lalu berkembang menjadi suku tengger dalam tragedi ini prabu brawijaya kelima berhasil melarikan diri ditemani oleh dua pendeta setianya sabdo Palon dan Roro genggong.

Melarikan diri dari istana hingga tidak ditemukan, akhirnya istana tersebut diduduki oleh pasukan demak dan raden patah berangkat ke ampel denah untuk menggambarkan kemenangan perang melawan kerajaan kafir kepada keluarga sunan ampel di sana sesampainya di kawasan rumah sunan ampel raden patah segera menemui istri gurunya yang masih hidup tersebut dengan bangga di tanah jawa dan berhasil memenangkan pertempuran melawan raja yang kafir

Nyai Ageng Manila menangis histeris ketika tahu bahwa raja kafir yang diserang raden patah adalah prabu brawijaya kelima ayah kandung dia sendiri beliau bahkan mengatakan kok tega kamu menyerang ayahmu sendiri cuma karena dia beragama siwa buddha, apa kamu pernah bertanya kepadanya apa dia mau masuk islam?? Raden patah kemudian menyadari bahwa ia belum pernah bertanya sekalipun pada bapaknya soal itu, mendengar pengakuan raden patah istri sunan ampel semakin menangis histeris, hatinya hancur melihat murid kesayangan almarhum suaminya justru jadi durhaka kepada ayahnya sendiri padahal sang prabu sangat baik kepada orang-orang islam di majapahit hatinya sangat miris melihat raden patah yang durhaka demi mengharapkan surga dan pahala rela menyerang kerajaan yang selama ini sudah memamerkan hidupnya hanya karena rajanya kafir hatinya semakin sedih ketika tahu bahwa dibalik rencana penyerangan itu ada ulama islam radikal yang menghasut raden fatah sehingga menjadi durhaka pada ayahnya sama sekali raden patah mendapatkan murka dari semua itu karena telah melanggar wasiat yang diberikan oleh sunan ampel sebelum meninggal.

setelah lama raden patah iya meminta raden fatah untuk mencari bapaknya dan membawanya kembali ke keraton iya juga meminta agar agen patah melakukan sujud sungkem dan meminta maaf pada ayahnya serta mengembalikan tahta kerajaan pada prabu brawijaya kelima tapi sebelum istri sunan ampel meminta agar sang prabu di bawa agar menyadari kesalahannya, menyadari iya telah terjebak dalam hal menyerang majapahit dan meminta sunan kalijaga untuk mencari ayahnya di mana saja dan membujuk nya agar mau pulang ke majapahit dan Raden patah menitipkan pesan bahwa ia menyesal dan ingin melakukan sujud sungkem untuk memohon ampun kepada prabu brawijaya, sunan kalijaga sangat takut ayahnya mengeluarkan kutuk atas ke durhaka hanya melawan ayah kandungnya sendiri, mengaku brawijaya adalah raja yang dekat dengan Dewa dan berpengaruh  kutukan nya akan sangat didengar oleh dewata.

Melihat drama tersebut tentu sunan kalijaga tak bisa menolak iya segera pergi melakukan pencarian ditemani oleh dua orang muridnya.

Semoga Bermanfaat