Janji Jokowi 11.000 Triliun Di Tagih Masyarakat

 


Banyak sekali opini-opini saat ini atau pun diskusi-diskusi yang mengangkat peran Jokowi saat kampanye beberapa tahun lalu, Yang dimana beliau mengatakan uang negara Indonesia ada sebanyak 11.000 Triliun yang berada di Bank Swis dan itu adalah uang hasil korupsi dari para pejabat atau pemerintah sebelum diri nya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Hal ini juga sudah menjadi perbincangan oleh masyarakat di berbagai daerah, Bahkan ke pelosok negri ini, Sampek ke pedalaman Kalimantan, Sulawesi, Papua dan bahkan Sumatra, Suku Baduy kayanya Lepas tangan masalah ini, Karena mereka masih berpegang kuat akan Adat mereka yang di mana menjauh dari kata Modern.

Sebelum kita mengarah ke sana, Saya ingin menjelas kan sedikit tentang Bank Swis ini kepada kalian semua, Biar sedikit terbuka yakan kaca mata nya, Biar gak nyalahin mulu kita, bukan malah jadi lebih baik malah mempertambah dosa yang ada.

Bank Swis ini adalah bank yang beroperasi di Swis, Ya iyalah, Masa di Medan, Hahah..

Bank swis adalah bank yang di miliki oleh pemerintahan di swis, Kalo di indonesia seperti BI ( Bank Indonesia ) Dan pastinya memiliki anak cabang seperti BRI, BNI, Mandiri Dan lain sebagai nya.

Nah, Bank swis ini memiliki penjagaan ketat masalah nasabah nya, Karena sistem di bank tersebut tidak mengenali secara langsung nasabah nya dan tidak juga ingin tau siapa nasabah nya, Karena mereka hanya memberi nomor atau semacam barcode gitu kepada nasabah nya yang ingin menyimpan uang mereka di sana dan barcode atau nomor tersebut lah yang nanti nya sebagai pengenal mereka saat mereka ingin menarik uang atau mengambil nya langsung ke swis, Jadi gabutuh KTP sebagai data diri jika kamu ingin membuka rekening di bank Swis itu. Pastinya kamu juga tidak nasabah yang biasa lah yakan, Mereka juga akan memastikan bahwasanya kamu itu bukan nasabah yang mau nabung Rp 100.000, Hehehe.

Dan dengan hal ini, Pihak pemerintahan negara swis atau pun pihak bank nya langsung akan mengaman kan data diri kamu agar tidak sampai bocor, Karena yang mereka proritas kan adalah nasabah mereka melalui nomor tersebut, Mereka akan bersikukuh untuk mengaman kan data diri nasabah mereka meski hidup sudah di ujung tanduk, Ya.. ibarat kata nya kalau pun sudah di todong pistol mereka lebih memilih mati dari pada harus memberitahu nomor nasabah mereka.

Perihal masalah bank swis sudah banyak di alamali oleh negara besar, Mau itu di Asia, Eropa bahkan di timur tengah sekali pun dan sejak berdiri nya bank swis dan peraturan nya yang sangat super ketat itu, belum ada yang pernah mengalami kebocoran data diri, Karena penghasilan terbesar dari negara swis itu sendiri ya dari bank tersebut, Yang di mana isi nya rata-rata uang korupsi dari berbagai negara di dunia ini, itu sebab nya mereka sangat menjaga nasabah nya dengan baik, Karena jika sempat bocor mereka akan jatuh miskin dan pasti nya nasabah yang lain nya juga akan menarik semua uang mereka yang ada di bank swis dan memindah kan nya ke bank yang lain yang memberi pengamanan lebih baik.

Bisa juga gitu ya, Parah kali lah yakan..

Berita masalah bank Swis ini pun sudah banyak beredar di situs berita di seluruh penjuru negara, di situs berita Indonesia juga sudah banyak kok yang menceritakan keketatan dari bank swis ini, Bahkan ada beberapa dari situs itu yang mencaci bank tersebut, Gilak mungkin yakan, Mana pulak di baca pihak bank swis cacian nya itu, Hahah.

Dari keketatan bank tersebut pun berpengaruh kepada negara kita, Karena 11.000 yang di janji kan Bapak Presiden Joko Widodo itu gak bisa di ambil dengan mudah, Meski pun hubungan negara sangat baik, Tetapi pihak bank menerap kan satu hal, Bisnis tetap bisnis, Sodara tetap Sodara, Teman tetap teman, Tidak ada hal apa pun yang dapat mengubah peraturan dari bisnis tersebut, Mungkin kalo di sogok pak Jokowi 12.000 Triliun mau kek nya dia, Tapi kan rugi, hahaha..

Bapak Jokowi juga sudah melakukan beberapa cara untuk mengambil uang tersebut, Agar Indonesia dapat lebih baik dalam masalah keuangan negara, Tetapi Pihak bank swis tetap bersikukuh untuk tutup mulut jika di tanya masalah nasabah nya. Parah kali memang, Mungkin orang Swis ini gatakut yakan sama slogan orang Jawa ( Membunuh Tanpa Menyentuh ) Wkwkwkwk.

Nah... Jika kalian ingin mengkritik hal ini ada baik nya cari info nya terlebih dahulu sebelum menghakimi, Karena banyak di luar sana berita yang memojok kan pemerintahan di Indonesia agar si pembaca juga emosi dan menyerang pemerintahan juga, Ya, Bisa di katakan mereka mau mengandal kan kalian lah sebagai senjata menghancurkan negara ini, Jadi dengan berita itu kan bisa kalian mengambil kesimpulan untuk memberontak pemerintah, Jadi kalian capek koar-koar yang menyebar berita ketawak-ketawak di rumah nya sambil Ngopi.

Mulai hari ini jangan lagi kita mau mengikuti berita yang belum tentu kita pahami masalah nya, Jika ingin terjun maka ketahui lah dulu masalah nya, Jangan ikut-ikut ke dalam tanpa tahu masalah nya, Bukan nya buat keadaan lebih baik malah jadi runyam.


Ini cengkunek ku untuk semua nya, Aku bukan membela satu pihak, Tapi sedikit mengatakan sebuah fakta melalui cengkunek ku, Kirim cengkunek mu biar bisa kami posting di sini dan di baca oleh dari berbagai daerah, Terima Kasih