Dulu Memohon Kepada Indonesia Sekarang Lebih Maju Dari Indonesia


 Dulu waktu pelajaran SMP pernah ada di buku sejarah yang di mana di Katakan Indonesia memiliki banyak jasa kepada negara tetangga, Yaitu Malaysia. Dimana di katakan bahwasanya dulu itu malaysia memiliki guru sangat sedikit, Gak cukup lah sama siswa/siswinya.

Jadi, Karena persahabatan malaysia dan indonesia saat itu cukup baik dan juga negara bertetangga yang hanya berjarak dengan lintas lau saja, Maka malaysia meminta kepada indonesia agar di beri guru dari indonesia untuk mengajar di negara kerajaan mereka, Istilah nya Disewa lah Yakan, Nah, Karena tawaran biaya penyewaan yang cukup bagus dan juga pada saat itu memang para guru yang pintar di indonesia cukup banyak, Jadi kirim lah ini guru-guru yang lulus seleksi ke malaysia dengan catatan DISEWA.

Hari demi hari, Bulan demi bulan dan Tahun demi tahun pun berlalu hingga melahirkan calon generasi Guru yang di didik oleh guru dari indonesia, Sampai akhir nya pemerintah malaysia memutus kan kontrak penyewaan Guru tersebut kepada pemerintah indonesia karena di rasa Guru muda yang didik langsung oleh guru indonesia tersebut sudah mencukupi standart mereka.

Maka guru-guru indonesia pun di tarik oleh negara dari malaysia, Ada juga cerita yang mengatakan bahwasanya Guru yang berasal dari indonesia tidak semua nya kembali ke indonesia, Akan tetapi malah menetap disana dan mengganti kewarganegaraan mereka, Ya, mungkin ada yang sudah dapat jodoh Yakan, atau mungkin bunteng dia disana trus nikah sama orang sana, ya otomatis pindah kewarganegaraan lah yakan.

Nah, Setelah semua berlalu, Urusan pendidikan juga berjalan mulus di indonesia maupun di malaysia yang di mana anak didik guru indonesia tersebut, Akan tetapi Disini ada sedikit Perbedaan hormon OTAK Kalau menurut ku, haahahah..

Kenapa ku bilang gitu? 

Karena kita lihat saat ini Negara kita Masih di bawah malaysia yang dimana pendidikan nya dari indonesia langsung, bisa kita lihat dari segi pebisnis disana, jauh lebih makmur daripada indonesia, Kita lihat juga peraturan kerajaan nya, Bisa kitakatakan hampir Gak ada Demo disana, Kalu pun ada bisa di hitung jari saat mereka melakukan demo dalam setahun, Mata uang mereka RINGGIT Masih di atas kita.

Menurut ku disini kesalahn hormon yang ada di otak itu, Apakah mereka jauh lebih menerima ilmu dari seorang guru daripada kita? Atau memang kualitas guru kita sudah tidak memadai sebagai guru?? Mungkin karena Perkembangan zaman saat ini maka kita butuh guru yang juga memahami zaman dimana mereka saat itu?.

Tapi kalo menurut saya sih enggak yak, Guru itu selalu memberikan ilmu yang kita butuh kan dalam kehidupan, mereka lah sumbernya, Tidak memandang zaman atau apa pun mereka sudah pasti memahami dan memberikan apa yang di butuh kan oleh anak didik nya.

Beberapa bulan lalu kami melakukan pertemuan alumni dari sekolah kami, Disana kami bercerita panjang lebar mengenang masa-masa kami masih di bangku sekolah, Mulai dari di hukum guru karena melakukan kesalahan hingga canda tawa yang tercipta bersam guru sains yang sedikit Mesim, haha..

Nah, Kalo kita lihat nih ya kebebasan seorang guru terhadap murid nya di zaman itu sangat lah dekat, Karena pada saat itu kami menganggap mereka lah Orang tua kami Mulai jam 8 Pagi Hingga Jam 1 Siang, Kami menerima ilmu yang di ajar kan oleh mereka dengan berbagai cara, Kami menerima hukuman ringan hingga Sangat berat dari merek karena kami melakukan kesalahan, Misalnya Di cubit perut, Kuku di pukul pakai Rol Penggaris Kayu, Di lempar penghapus papan tulis dari depan, Hormat bendera, Betis di libas pakai Lidi, Pokok nya banyaj lah. Yang paling menyedih kan itu ketika kita habis di hukum berat kita tidak pernah berani mengatakan nya kepada orang tua kita, Karena kalo sempat mereka tau, tambah lagi tuh hukuman, Makin bahaya kan, hahah..

Iya, Memang saat itu adalah zaman dimana kita semua menerima ilmu dengan baik serta memiliki keseriusan belajar yang tinggi Dan juga di dukung oleh orang tua kita dari segi hukuman maupun keceriaan, Karena orang tua pada jaman itu memberikan kepercayaan nya 100% kepada guru untuk mendidik anak nya agar menjadi manusia berguna di kemudian hari.

Akan tetapi itu hanyalah dulu, Saat ini memiliki cerita yang berbeda, Guru yang dulu bukan lah guru yang sekarang, Keroyalan Guru saat ini Tidak seroyal dulu kepada murid nya, Kenapa??

Karena hak mereka dibatasi untuk memberi pelajaran kepada muridnya, Ya.. DIBATASI. Mau itu dari orang tua maupun dari Pemerintahan negara ini sendiri.

Saat ini guru tidak lagi bisa sembarangan menghukum murid nya yang melakukan kesalahan seperti hukuman yang kita terima dulu, Karena jika ketahuan memukul seorang murid maka orang tua akan melaporkan nya kepihak berwajib dan paling parah nya aduan nya di terima dan juga si guru di jatuhi hukuman sebagai pelanggar hak asasi manusia, Parah !!!

Bayangin aja nih ya, kau sebagai guru dan sedang memberi penjelasan di depan sambil membuat beberapa tulisan di papan tulis, Lalu anak murid mu ribut tuh di belakang, Ada yang lagi main gendang lah, Main ompingpang lah, Ada yang makan di jam belajar lah pokok nya semua kerusuhan yang mengganggu jam belajar, Trus kau sebagai guru pastinya memberi hukuman dong sama murid yang tidak tertib, Mau di cubit lah, di pukul lah betis nya dan lain nya. BUKAN KAH INI DALAM BENTUK KEWAJARAN??

Si murid menerima hukuman karena melakukan kesalahan, Kalo si murid menerima hukuman tanpa melakukan hukuman berarti dia itu bukan guru yang berpendidikan dan juga dia tidak bersalah, akan tetapi si penerima dia sebagi guru lah yang bersalah, Si penerima yang tidak menyeleksi kualitas guru mau itu PNS atau pun Honor, Atau mungkin si penerima dia sebagai guru mendaptkan sogokan.

Hal ini sebenarnya yang membuat kita ketinggalan jauh dari negara yang meminta bantuan pendidikan dari negara kita ini, Halhasilnya Bukan calon generasi bangsa yang lahir, Yang harus nya memakmurkan negara nya sendiri, Yang seharusnya mengharumkan negara nya sendiri akn tetapi melahirkan generasi bangsa yang menjadi para koruptor, Pemecah belah bangsa, Tidak memiliki toleransi terhadap Ras, Suku, Adat, Budaya Dan Agama, Ini karena Guru tidak memiliki hak 100% Untuk mendidik murid nya, Para Guru takut melakukan kesalahan yang dapat berakibat kan Fatal dan berujung penjara.

Seharus nya pemerintah memberikan kekuatan hukum bagi seluruh guru di indonesia untuk melakukan tugas nya sebagaimana mestinya dan menghukum anak didik nya yang memberi efek jera agar tidak melakukan kesalahan lagi, Tapi itu saya rasa mustahil.

Karena, Jika Pemerintah memikir kan hal tersebut maka dari dulu sudah ada humukan mati mau itu seperti eksekusi tembak, Pancung, Gantung Dan lain nya yang dapat mencabut nyawa bagi para koruptor, Gembong narkoba serta pengedar nya, Pemerkosa di bawah umur dan kasus-kasus berat lain nya.

Akan tetapi negara kita selalu melindungi diri di balik HAM, Sehingga Para Penjahat yang tidak berprikemanusiaan ini dapat berlindung dengan Gagah disana tanpa harus memikirkan efek jera bagi diri nya, Kenapa tidak? Korupsi hingga triliunan hanya di hukum 4 tahun penjara serta pengembalian dana yang di korupsi, Masalah nya ialah Yang di kembalikan itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan yang di rampok dari kas negara, Karena hanya itu yang ketahuan, Bagaimana bagi dana yang belum ketahuan??

Saya selalu ingat Pesan Sang proklamator yang dimana dikatakan "Jaman ku masih enak karena melawan penjajahan, Akan tetapi Jaman mu akan sangat sulit karena harus melawan rakyat mu sendiri" Di dalam otak saya hanya ada satu, Sang proklamator membutuh kan anak bangsa yang sanggup memperbaiki Undang-undang Hukum yang sudah dia buat, Di butuh anak bangsa yang jenius untuk merevisi ini agar negara ini lebih maju, Dia sadar bahwasanya hukum yang sudah dia ciptakan dengan susah payah dan memikirkan kesana sini akan tidak berlaku di generasi penerus dan harus di perbaiki mulai dari 1 hingga selesai.

Meski begitu pun kita tetap meyakini bahwasanya negara kita adalah negara hukum yang kuat walaupun para manusia dajjal bisa berlindung daripada hukum itu sendiri.

Sekian dari cengkunek ku kali ini, Semoga kelian bisa mengerti, Soalnya kalo ku baca kembali ini aku pun gak paham apa yang ku bilangi dari tadi, Ya, Aku hanya mengeluarkan unek-unek ku terhadap negara ini melalui tulisan ini, Kritik itu di wajib kan asalkan memiliki makna yang cukup untuk di katakan kritik.

Jika kamu memiliki Cengkunek yang tersimpan di kantong atau pun di hati, Kamu bisa mengirim kan nya melalui email kami yang sudah kami sediakan di kolom Contact.