BLT Covid Di Korupsi Kepala Desa Lawe Loning Gabungan, Aceh Tenggara

 


Masalah covid kek gini banyak di antara kita masyarakat indonesia mengalami dampak buruk nya, Mulai dari dagangan sepi, Harga penjualan pertanian merosot dna bahkan ada yang sampai tutup usaha cuma karena corona, Ya mungkin Gegara sepi pengunjung atau pun demi kesehatan si pengusaha, Karyawan dan bahkan keluarga nya. Ini memang sangat menyakit kan sih menurut ku selama aku hidup, ya karena aku juga terkena dampak nya, walau begitu kita harus sabar ya, Patuhi protokol kesehatan yang sudah di terap kan pemerintah, Itu semua demi kesehatan kita semua agar yang sudah sehat dari corona gak kenak lagi, Nanti dokter nya bosan yakan ngobatin dia-dia aja, hahha..


Atas perintah bapak presiden joko widodo demi membantu kelangsungan hidup rakyat nya yang terdampak virus yang mematikan ini, Maka presiden pun mengerah kan kekuatan nya sebgai presiden agar rakyat nya mendapat kan pertolongan dari negara yang besar ini. Muncul lah berbagai bantuan sosial, Ya salah satu nya Ya BLT (Bantuan Langsung Tunai).


Nah, Hingga saat ini bantuan itu masih jalan tuh, yang pastinya sudah di nikmati rakyat lah dari hasil penilaian dari pengurus desa-desa yang bertebaran di segala penjuru negri ini, Meski tidak banyak akn tetapi bisa sedikit membantu masyarakat lah, Meski begitu, Ada juga tuh pihak-pihat yang gapunya otak menyembelih hak rakyat tersebut untuk mendapat kan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Tersebut, Kan Gadak akhlak itu orang, Hadeh... Udah susah gegara corona, Jualan sepi gegara corona, Dapat bantuan dari pemerintah malah di potong sama Dajjal, Wassalam lah.


Seperti saat ini yang sudah kita lihat di salah satu daerah di Aceh tenggara, Kutacane Tepat nya di desa LAWE LONING GABUNGAN mengalami hal tersebut, Desa lawe loning gabungan ini memiliki pejabat sebagai kepala desa yang bernama BUDIMANSON SIBURIAN.


"Amang Tulang. Halak hita do HAVE, SIKKOR NAI"


Dari pantauan saat ini di katakan BLT pemerintah yang harus nya di dapat kan oleh warga sebesar Rp.300.000 Per bulan nya, Jadi BLT tersebut di serah kan kepada warga nya pak BUDIMANSON SIBURIAN Ini selama 3 bulan sekali, Jadi hitungan nya Rp.300.000 x 3 bulan = Rp.900.000, Akan tetapi tidak dengan kenyataan nya, Warga desa lawe loning gabungan yang berhak mendapat kan BLT tersebut hanya mendapat kan Rp.800.000 Saja, Lah Rp.100.000 Lagi kemana??


Di kantongin lah, Masa di kasih sama mu atau Sama ku, Jadi Bapak Kepala desa Lawe loning gabungan ini mengambil 11,11% Tiap keluarga yang mendapat kan BLT Tersebut, Enak kali lah yakan pak kepdes ini bisa se-enak nya potong hak rakyat, Udah kek masa kerajaan dulu aja ah "Menjarah hak orang lain secara paksa" 


Jadi, Ceritanya warga setempat tidak terima nih hak nya di potong Dan menceritakan hal tersebut kepada warga lain nya, nah, Di antara mereka yang mendengar perihal kecurangan tersebut Ternyata ada Abang Gotmin Tobing, Jreng... Jreng... ahhahah..


Bang Gotmin Tobing ini orang yang cukup dekat kepada mereka yang di katakan WAKIL RAKYAT, Di introgasi lagi lah akan kebenaran kecurangan tersebut, Ya nama nya juga sebagai orang jujur yakk, Udah gitu dekat lagi sama BUPATI SERTA DPRD yang menjabat sebagai wakil rakyat, Tentu mudah dong membantu rakyat yang di curangi tersebut.


Berita perihal kecurangan KORUPSI BANTUAN LANGSUNG TUNAI itu pun langsung sampai kepada para DPRD Dan Langsung melakukan proses ke ranah hukum dan pasti nya ikut serta untuk memantau proses pemeriksaan kasus tersebut, Biar gak ada lagi kecurangan dalam penindakan hukum kepada para korupsi nanti nya yakan. Jangan nanti pok pol nya di sosorin merah-merah pulak yakan, Bebas tuh jadi nya koruptor dan melakukan korupsi lagi, Gitu-gitu aja terus sampe mati.


Jadi saat ini kalo dari pengelihatan kami sih masih dalam proses pengumpulan barang bukti serta saksi-saksi, Semoga saja para koruptor bisa di tindak di tempat lain Biar jera yakan, Udah BLT Rp.900.000 Doang di korupsi pulak Rp.100.000 Enak kali muncung nya itu yakan, hahaha...


Jadi bagi klen kepala desa dimana pun bapak berada dan di desa mana pun anda menjabat, Tolong lah, Jujur aja main kan bisa, Kek gak bergaji aja klen sebagai kepala desa, Cuman goyang kaki aja pun klen di rumah dan jalan kan tugas pemerintahan jika ada arahan dari atasan bergaji nya klen, ingat loh pak "Jika ada arahan" Soalnya kan mengurus sebuah desa tidak seperti mengurus sebuah kota/provinsi atau pun kabupaten, Bapak cuma mengurua satu desa doang kok, Itu aja.


Do'a ku semoga aja proses hukum nya berjalan dengan lancar sampai ke pengadilan dan di penjara, Biar jadi pelajaran yakan sama Kepala desa yang lain, Klen juga warga yang mendapat kan BLT, Kalo ada perihal kecurangan masalah bantuan dari pemerintah langsung Klen berbondong-bondong ke kantor polisi, Laporkan trus biar mampus itu manusia dajjal, kalo klen di warga di sekitaran Lawe Pakam sampai ke lawe sigala-gala Bisa jumpai Bang Gotmin, Biar dia yang mengarah kan anda kepada Bapak Wakil rakyat kita Menurut Domisili anda pastinya, karena kita memiliki beberapa wakil rakyat yang memiliki kinerja Transparan misalnya seperti Bapak GABE TAMBUNAN DAN BAPAK ARNOLD NAPITUPULU.


Oke, Ini aja dulu cengkunek ku masalah korupsi ini, Untuk kelanjutan nya silahkan cek langsung ke polsek lawe sigala-gala ya, Biar tau klen kebenaran nya yakan, biar gak jadi berita simpang siur jadi nya cengkunek ku ini, Capek-capek aku ngetik malah di katain HOAX Pulak nanti, Betumbuk pun jadi kalo gitu.


Kalo klen ada cengkunek yang mau di smapai kan ke publik, Kirim aja lah yakan melalui email kami, Biar bisa di baca seluruh indonesia, Eitt... Pembaca kita juga ada dari malaysia, Kepo kali orang itu yakan 🤣